January 20, 2022

Blogna Kang U-2 Man

STM32, Embedded System, Microcontroller, ARM Cortex-M, RTOS, FreeRTOS

Kunci Kode dengan Kode

2 min read

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Memori flash sebuah mikrokontroler bisa diproteksi agar tidak bisa dibaca (read protection) atau tidak bisa ditulis lagi (write protection). Biasanya dengan memprogram lock bit atau option byte yang tersedia, tergantung dari jenis mikrokontroler. Lock bit (LB)/option byte (OB) ini bisa diprogram melalui port ISP atau port debug (JTAG atau SWD) atau melalui bootloader dan dilakukan melalui program downloader yang tersedia, misal ST Link Utility, AVR Dude dan lain-lain.

Pada mikrokontroler tertentu, LB/OB bisa diprogram melalui source code. Sebagai contoh gambar ini adalah fungsi yang saya gunakan untuk memproteksi memori flash STM32. Di fungsi ini OB diprogram dengan RDP_LEVEL1 (Read Protection Level 1). Setelah fungsi ini dijalankan, maka OB akan terprogram dan memori flash STM32 akan terproteksi (tidak bisa dibaca lagi).
Perhatikan bahwa setelah OB terprogram maka, kita tidak akan bisa melakukan debugging melalui IDE, oleh karena itu saat masih development fungsi ini tidak digunakan terlebih dahulu. Baru setelah program benar-benar sudah OK, fungsi bisa digunakan. Dan jika OB sudah terprogram, kalau akan update program, maka OBnya harus direset terlebih dahulu, proses ini akan secara otomatis menghapus memori flash.

Selain itu, dengan memproteksi memori melalui software akan mengurangi proses diproduksi, saat proses download program, tidak perlu dilakukan memprogram OB lagi.

Berikut fungsinya…

Visits: 6 Visits: 108192

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.